#akuuntukpapua

Semua rasa, lihat, dan dengar tentang Papua

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata Papua? Terdengar jauh dan tidak tergapai?

Kami mendekatkan Papua untuk kamu dengar, lihat, rasa di Jakarta!

Dengarkan tentang Papua

Sepanjang tahun 2018, relawan Festival Puncak Papua telah melakukan dua perjalanan besar: Live-In dan Ekspedisi Pendakian Puncak Yamin, keduanya bertempat di Pegunungan Bintang, Provinsi Papua. Untukmu yang belum bisa hadir di ujung timur Indonesia, perbatasan dengan Papua Nugini, dengarkan kisah para relawan dalam talkshow. Bertemu secara personal dengan yang telah hadir di sana, dapatkan inspirasi lebih untuk berkontribusi. Dengarkan cerita relawan, diiringi alunan musik Pacenogie dan Oscar Lolang, atau sajian komedi khas Timur Indonesia oleh Yewen.

Lihat tentang Papua

Habis dengar, terbitlah penasaran! Ingin lihat bukti nyata kehangatan masyarakat Pegunungan Bintang? Pameran foto dan multimedia akan membawamu lebih dekat dengan Pegunungan Bintang. Melihat senyum anak-anak di sekolah hingga menyaksikan Sang Merah Putih dikibarkan pertama kali di Puncak Yamin.

Bangun Rasa untuk Papua!

Jika kamu hanya ingin mendengar dan melihat Papua, jangan datang ke festival! Festival ini bukan perayaan atas eksotisme belaka, tetapi tentang ajakan berkontribusi. Kami tidak butuh simpati, kami butuh aksi!

Salurkan rasa pedulimu terhadap anak-anak di Papua dengan berpartisipasi di wahana kami!

Bakar Batu, wahana mengemas tumpukan buku.
Bakar Batu adalah sebuah tradisi kekeluargaan bagi masyarakat Pegunungan Bintang. Saat bakar batu berlangsung, seluruh warga menyumbang sayur dan daging untuk dimasak, membagi tugas memanaskan batu hingga memotong-motong bahan makanan. Bakar Batu sendiri adalah sebuah oven alami: makanan dan bumbu diletakkan di tengah batu panas berhimpit.

Pendakian Yamin
Puncak Yamin yang tak terjamah selalu penuh misteri. Bahkan masyarakat di kaki gunung hanya tahu sedikit informasi. Pendakian perdana menuju puncaknya adalah pintu pertama yang membuka kesempatan bagi mereka untuk menghargai kekayaan puncak tertinggi kelima di Indonesia.

Dapur Mama, wahana pembuatan media belajar calistung.
Apa tandanya kamu diterima masyarakat Pegunungan Bintang? Jika kamu diajak masuk hingga ke dapur rumah mereka. Para Mama, penguasa dapur rumah, tak ragu menyajikan boneng atau ubi merah, sayuran, dan lauk untuk dimakan bersama. Namun dapur bukan sekadar untuk makan, dapur adalah ruang interaksi untuk bertukar kata dan cerita.