Profil Personil Live-In

1. ABDULLAH FADHLURROHMAN HIDAYAT

Akrab disapa Abdul. Seorang Anggota Muda Wanadri angkatan Tapak Bara – Bara Rimba. Menjabat sebagai Komandan Operasi Live-In dan Komandan Komunikasi.

“Sudah menjadi keinginan saya pribadi sejak lama untuk berinteraksi langsung dengan saudara-saudara yang berada di ujung Indonesia paling timur. Sekaranglah waktunya yang tepat untuk mewujudkan impian itu. Semoga apa yang akan saya lakukan ini dapat membuka ruang informasi serta interaksi bagi masyakarat umum dan Papua.”

 

 

2. EKO WAHYU PRASETYO

Akrab disapa Eko. Salah satu Anggota Muda Wanadri angkatan Tapak Bara – Bara Rimba yang juga seorang mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Psikologi Universitas Darul ‘Ulum Jombang. Menjabat sebagai Komandan Perbekalan, Komandan Akomodasi, dan Komandan Kampung Bumbakon.

“Menjadi berarti untuk negeri adalah harga mati. Festival Puncak Papua adalah salah satu kesempatan saya untuk menjadi berarti. Sejak awal, saya memang sudah memilih posisi di tim Live-in. Bukan karena fisik saya yang tidak memenuhi kriteria sebagai pendaki atau tidak punya mimpi menjadi tim Indonesia pertama yang menorehkan jejaknya di Puncak Yamin. Namun, keingintahuan menjalani rutinitas keseharian di kampung, belajar dan menggali sebanyak-banyaknya informasi serta potensi masyarakat lokal, lebih besar daripada mimpi saya untuk berada di puncak tertinggi ketiga di Indonesia. Saya ingin mengabarkan pada dunia bahwa Indonesia punya Papua, Papua punya Indonesia!”

 

3. MOHAMMAD WAHYU PRASETYO

Akrab disapa Wahyu. Seorang Anggota Muda Wanadri angkatan Tapak Bara – Bara Rimba. Menjabat sebagai Bendahara dan Komandan Kampung Parim

“Melabuhkan hati ke Papua adalah impian saya”

 

4. SUPARMAN LAINDING

Akrab disapa Supa. Seorang Anggota Muda Wanadri angkatan Tapak Bara – Bara Rimba. Menjabat sebagai Komandan Dokumentasi dan Komandan Kampung Okatem dalam program Live in.

“Kesenjangan pendidikan di Tanah Papua bukanlah hal yang penting bagi sebagian orang, tetapi bagi saya itulah yang menarik saya untuk ke Papua.”

 

 

 

5. JOHN YOHANES

Akrab disapa John. Seorang Anggota Muda Wanadri angkatan Tapak Bara – Bara Rimba. Menjabat sebagai Komandan Diklat dan Komandan Kampung Bime dalam program Live in.

“Cerita tentang Tanah Papua akan selalu menarik bagi siapa pun. Bisa berkegiatan di pedalaman Papua dan ambil bagian di Festival Puncak Papua merupakan suatu kehormatan. Ini merupakan langkah awal untuk dapat mengenal bumi pertiwi lebih dekat lagi.”

 

6. DAFRI SUWANDANA

Akrab disapa Dafri. Seorang Anggota Muda Wanadri angkatan Tapak Bara – Bara Rimba. Menjabat sebagai Perizinan, Komandan Peralatan, dan Komandan Kampung Pepera dalam program Live in.

“Saya bergabung di Tim Live-in FPP karena ingin belajar langsung, berbagi pengalaman, dan dekat dengan masyarakat, terutama di Pegunungan Bintang. Sudah menjadi keinginan saya sejak lama ingin menginjakkan kaki di pulau paling timur Indonesia dan mengenal langsung karakter dan budaya masyarakatnya. Papua itu masih Indonesia, masyarakat Papua itu saudara kita”

 

7. TRISNAWATI ANDINI

Akrab disapa Tris. Seorang Anggota Muda Wanadri angkatan Tapak Bara – Bara Rimba. Menjabat sebagai Sekretaris, Komandan Medis, dan Komandan Kampung Aboding dalam program Live-in.

“Semoga program Live-in dalam Festival Puncak Papua ini dapat meningkatkan kepekaan kita terhadap kondisi masyarakat dan alam di Papua khususnya di Pegunungan Bintang, membentuk karakter positif, dan juga menjadi media pendidikan multikulturalisme.”

 

8. ILHAM GUMILANG

Akrab disapa Boa. Seorang Anggota Muda Wanadri angkatan Tapak Bara – Bara Rimba. Menjabat sebagai Komandan Transportasi dan Komandan Kampung Mimin dalam program Live-in.

“Hidup bersama mereka, berinteraksi dengan saudara-saudara di pulau paling timur Indonesia. Mudah-mudahan bisa saling membuka informasi untuk kemajuan mereka dan  kesadaran kita.”

 

9. MAYA

Anggota Wanadri angkatan Tapak Lembah – Kayu Api. Dalam Tim Live-in Festival Puncak Papua bergabung sebagai anggota.

“Just Curiousity. Mungkin ini alasan saya mendaftar menjadi bagian dari tim Live-in pada awalnya. Eksotisme Papua selalu menarik keingintahuan dalam kalbu saya sejak lama. Adalah sebuah kehormatan saat saya diterima bergabung dalam tim. Dengan sedikit pengetahuan dan pengalaman saya miliki, saya ingin bertukar cerita dengan saudara Papua saya, dan meneruskan cerita tersebut kepada orang lain yang belum memiliki kesempatan untuk berada di sana.“