Profil Pendaki Mandala

  1. Yohanes Dedi

       Yohanes Dedi membawa misi dalam Ekspedisi pendakian puncak Mandala. Dedi yang merupakan pendaki terpilih memiliki kecintaan terhadap Indonesia.
.
“Fotografi juga menjadi alasan saya mencintai negeri ini, saya ingin berbagi dan menceritakan ke khalayak luas, tidak hanya bagi warga Indonesia saja tapi juga orang dari luar negeri. Saya ingin memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat berlimpah, tidak hanya satwa dan tumbuh-tumbuhannya, tetapi juga pemandangan luar biasa yang disuguhkan di setiap gunung. Sehingga bisa menarik semua orang untuk merasakan apa yang saya rasakan, yaitu sadar akan begitu pentingnya hutan ini untuk kelangsungan hidup manusia, dan bisa muncul rasa mencintai dan merawatnya.”

2. Lilo Dwi Julianto 

Lilo Dwi Julianto merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Penerbangan Aviasi. Ia terpilih dari 525 pendaki yang mendaftar. Lilo bersama team akan mendaki Puncak Mandala pada hari Pendidikan Nasional di Timur Indonesia.
.
“Saya ingin belajar bagaimana cara mereka hidup dengan segala keterbatasan, ingin menjadi bagian dari mereka yang tentunya mempunyai hak yang sama sebagai warga negara yang merdeka, saya ingin berbagi tentang segala hal, hidup, pengetahuan, pengalaman.

 

3. Dheayu Jihan Bias

Dheayu Jihan Bias adalah satu-satunya pendaki wanita terpilih yang akan mengikuti Ekspedisi Puncak Mandala.
.
“Saya banyak berkelana, namun belum banyak berbuat bagi bangsa saya. Mencintai dan berbagi bahagia dengan anak anak menjadi pilihan saya untuk menjadi berarti. Saya ingin petualangan saya punya tujuan yang lebih dari biasanya, dan pulang membawa sejuta rasa bagi saya dan terutama bagi anak anak luar biasa di Papua sana. Mengkolaborasikan pengalaman penjelajahan alam, menulis, dan pengabdian bagi bangsa, saya siap berkontribusi.”

 

4. Ahmad Fikri

Ahmad Fikri merupakan seorang mahasiswa Universitas Gajah Mada, ia adalah salah satu pendaki yang lolos untuk mendaki ke puncak Mandala.
.
“melalui Festival Puncak Papua ini, saya sangat ingin mengamalkan ilmu yang pernah saya peroleh di berbagai pendidikan dan pengalaman selama mengikuti organisasi dan penjelajahan sebelumnya. Selain itu tentu saja saya sangat ingin memperoleh pengalaman baru pada kegiatan ini baik sebagai relawan, penjelajahan dan edukasi-literasi.”

 

5. Ahmad Showfan 

Kecintaan terhadap alam dan pendidikan membuat Ahmad Showfan Muis ingin melakukan sebuah pendakian bernafaskan pendidikan. Ia merupakan pendaki terpilih Ekspedisi pendakian Puncak Mandala.
.
“Sebagai bentuk rasa syukur dan kecintaan saya terhadap pendidikan, sesungguhnya saya sudah merencanakan sebuah ekspedisi bernama #TamanBacaRinjanibersama kawan saya. Bentuk ekspedisi ini adalah saya dan tim akan live in dan menghidupkan taman baca yang ada di desa Sembalun, kaki gunung Rinjani. Saat ini saya juga sedang mengumpulkan donasi buku untuk program ini. Dan ekspedisi tersebut ditutup dengan pendakian ke gunung Rinjani. Menjadi relawan di FPP ini adalah “sangat diri saya”. Jadi saya berharap bisa mengikuti pelatihan dan programnya. Agar bisa menerapkan di ekspedisi saya nanti”

 

6. Muhammad Abdurrahman Sidiq

Lebih akrab di panggil Aang, ia memang cukup aktif di kegiatan alam terbuka, pemuda asli dari Sukabumi ini sudah cukup lama mengenal dunia alam bebas. Kali ini dia mendapat kesempatan lagi untuk terlibat dalam kegiatan ekspedisi besar sebagai Komandan Peralatan dan Komandan Komunikasi di Tim Pendakian Puncak Mandala. Pemuda yang pernah melakukan ekspedisi pengarungan sungai di Sulawesi ini memang terampil dalam kedua bidang itu, sehingga dia kembali terpanggil untuk bekerja sama dalam satu tim di kegiatan Festival Puncak Papua. Tergabung dalam kegiatan ini adalah sebuah kebanggaan dan penghargaan untuk dirinya tersendiri, karena melalui media inilah dia bisa berbakti kepada Nusa dan Bangsa, sekaligus turut mengharumkan nama WANADRI di Tanah Papua.

 

7. Rangga Arlant

Pemuda yang berasal dari Cilacap ini memilih untuk melanjutkan kehidupan di Bandung, belajar mandiri untuk menjalani kehidupan yang jauh dari keluarga. Kesungguhan hatinya tidak sia-sia setelah bergabung dengan Keluarga Besar Wanadri, Garenk, sapaan akrabnya ini, memiliki keluarga baru untuk sekadar berbagi cerita. Kesungguhannya pun mengantarkannya untuk selalu mendapatkan pengalaman berharga di setiap perjalanan yang dilakukan. Tahun 2016 lalu, Garenk berkesempatan melakukan Ekspedisi Pemanjatan Tebing di Kalimantan yang bertugas sebagai Komandan Operasi.
Garenk memang memiliki banyak impian agar bisa selalu melakukan sebuah perjalanan besar sebagai bentuk kontribusinya kepada Wanadri, Nusa, dan Bangsa. Mimpinya menginjakkan kaki di salah satu puncak di Tanah Papua akan dilakukannya sembari mengemban tanggug jawab sebagai Komandan Operasi di Tim Ekspedisi Pendakian Puncak Mandala. Garenk selalu percaya, sebuah proses tidak akan mengkhianati hasil.

 

8. Faudzil Irfan

Sapaan ‘Ucil’ lebih sering didengar daripada nama aslinya. Tak pernah alpa membawa kamera, Ucil setia merekam setiap perjalanannya. Terbukti di saat melakukan perjalanan Ekspedisi Pemanjatan Tebing di Kalimantan, dia menyalurkan kreativitasnya menjadi seorang Dokumentasi yang bertugas mengabadikan setiap momen dalam ekspedisi tersebut.

Kepercayaan itu datang lagi. Pemuda yang berasal dari pesisir Subang ini bisa kembali menyalurkan bakatnya dalam kegiatan Ekspedisi Pendakian Puncak Mandala. Sebagai Komandan Dokumentasi, ia percaya bahwa apa yang dilihat itu tidak cukup dinikmati oleh kedua mata saja. Setiap perjalanan kita di masa muda akan menjadi sebuah cerita di masa tua nanti. Tanah Papua yang akan menjadi tujuannya itu adalah salah satu impian besarnya untuk mengenal lebih jauh mengenai keindahan Indonesia bagian timur.

 

9. Alfi Chandra

Salah satu lelaki termuda di angkatan Topan Rimba – Puspa Rawa ini memilih menekuni kegiatan alam terbuka setelah lulus sekolah. Menurutnya, alam akan bisa lebih menerpa dirinya, tapi bukan berarti dia berhenti untuk belajar. Rencana Tuhan memang indah, tahun 2016 lalu Alfi berkesempatan melakukan ekspedisi ke Tanah Sulawesi dan sekarang, Alfi akan melakukan perjalanan besar dengan terlibat sebagai Komandan Perbekalan dan Komandan Akomodasi yang bertugas langsung mengurus perut pasukan di Tim Ekspedisi Pendakian Puncak Mandala. Bentangan alam Tanah Papua yang begitu indah dan kesempatan bercengkrama dengan masyarakat Papua, membuatnya tertarik tergabung di tim ini.

 

10. Azhari Fauzi (Ade)

Menjadi anggota Wanadri sejak 2010 adalah suatu anugerah sekaligus turning point dalam hidupnya. Ade, demikian ia akrab disapa, mendapat banyak kesempatan melakukan perjalanan kecil – besar ke banyak daerah, belajar ilmu baru, dan berinteraksi dengan banyak kalangan. Setelah Ekspedisi Tondoyan, Kalimantan Timur, kini Ade memilih bergabung dengan tim Ekspedisi Pendakian Mandala Festival Puncak Papua.

Ade telah terlibat sejak awal konsepsi FPP dirumuskan, kemudian diamanatkan sebagai Koordinator Rekrutmen dan pembekalan para calon pendaki Puncak Mandala. Ia ingin menjadi saksi kekayaan bentang alam dan budaya sisi timur Pegunungan Tengah Papua dan mengajak seluas mungkin kalangan untuk bersama menjaga dan berdaya bersama masyarakat lokal.

Keragaman profil anggota tim, minimnya data awal lokasi, panjang durasi ekspedisi, hingga berbagai hal tak terprediksi lainnya akan menjadi warna sendiri dalam kisah muhibah ke titik tertinggi Pegunungan Bintang ini. Semua harus direncanakan secara detail dan terukur, serta dijalani dengan penuh rasa tanggung jawab. Seperti yang selalu ia yakini, ekspedisi itu adalah mimpi yang serius.